Slider Background

Your Blog Welcome Text

Tampilkan postingan dengan label Comdev. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comdev. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 April 2012

Sejak 14 Februari 2012, P3M bekerjasama dengan penemu teknologi dan know-how formula produk “ZPT, Hayati dan Pupuk Organik” dari Teknologi JimmyHantu-150, Jimmy alias Sujimin, membuka camp pelatihan santri tani, Di Markas Jimmy, Co, Kampung Nyalindang, Bogor, Jawa Barat.  Berbagai macam skill tani diajarkan, dengan tehnik khusus yang diberikan Jimmy dan kawan-kawan, dari bertani sayur hingga padi, tanaman buah-buahan juga tak luput dari pembelajaran di camp pelatihan Santri Tani ini ini. Salah satu kegiatan dari pelatihan ini adalah pembagian sayur mayur hasil kerja keras para santan pada peresmuan gedung baru PBNU di Taman Amir Hamzah, Matraman, pada tanggal 7 Maret 2012.

Santri Tani Berpose dengan Pimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) saat membagikan sayur mayur hasil pelatihan Santan (Santri Tani) pada peresmian Gedung Baru PBNU di Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman
Sayur Mayur Yang dibagikan pada Peresmian Gedung PBNU Baru Ini Berasal dari Jerih Para Santran di Area Pelatihan yang disediakan Jimmy, Co



image: dokumentasi santan










Read More

Sabtu, 21 Januari 2012

Berkerjasama dengan penemu teknologi dan know-how formula produk “ZPT, Hayati dan Pupuk Organik” dari Teknologi JimmyHantu-150, Jimmy alias Sujimin, P3M mengadakan pelatihan Teknologi Pertanian di Bogor. 
Acara di mulai kemarin malam, (16/01/2012), bertempat di Kampung Nyalindang RT 02/05, Sukamantri, Tamansari, Bogor. Untuk kemarin, kegiatannya hanya pembukaan yang dihadiri oleh Dewan Pengawas P3M, KH. Masdar F. Masudi.  
"Peserta kegiatan ini dari jaringan P3M yang tersebar di berbagai daerah. Diantaranya yang hadir dalam pelatihan ini, dari Nganjuk, Sulawesi, Lampung, Rembang, Blitar, Sukabumi, Tegal, dan lain-lain," tutur Imam Thoha, Program Officer Community Development. 
Menurut Imam Thoha, P3M sejauh ini sudah melakukan berbagai kegiatan hal serupa di Lapangan seperti di Subang, Sukabumi, Lampung, Karawang dan Banyuwangi. Tidak hanya dalam bentuk pelatihan dan penyuluhan kepada petani, yang pada umumnya petani di lingkungan santri yang menjadi basis dari P3M, selain juga pesantren itu sendiri. Kegiatan kali ini, adalah bentuk penguatan jaringan, dengan pengembangan kapasitas SDM kelompok-kelompok tani yang menjadi jaringan P3M. Di samping itu juga dalam pelatihan ini peserta akan dibekali materi yang tidak melulu teori, namun juga praktek langsung di lapangan. 
Tempat pelatihan yang juga kediaman Jimmy, merupakan tempat pengembangan dan budidaya, dengan tempat yang cukup luas membaur di komplek warga desa Nyalindang. Di komplek pengembangan pengembangan dan budidaya itu, terdiri dari ternak seperti itik, ayam, enthog, dan berbagai macam buah dan sayuran, juga termasuk padi organik unggulan. Di tempat inilah, nantinya peserta akan langsung bersentuhan dengan materi-materi yang disampaikan Jimmy, mengaplikasikan langsung teori yang diterangkan.
Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari efektif, dimulai pagi ini, (17/01/2012), Pengolahan lahan pertanian, Penjelasan pupuk dan bukan pupuk, perbedaan hormon dan pupuk, siklus kehidupan tanaman, Istirahat dan shalat dzuhur, pembibitan/persilangan hibrida dari dini, reproduksi dan overload pertanian, dan terakhir dalam sesi pertama ini peserta akan diberikan materi Gagalnya petani dan pangsa pasar pertanian.
Untuk sesi berikutnya, Selasa, 18/01/2012, materi yang akan diberikan diantaranya; Pemilihan dan pemilahan bibit unggulPengolahan pakan ternak dari limbah pertanianIstirahat dan shalat dzuhurMenciptakan reproduksi bibit unggulIstirahat dan shalat asar, dan  Pengembangbiakan silang bibit unggul.
Di hari terakhir peserta akan mendapatkan materi;  Metode promosi, Ritel dan non ritelMenciptakan pemodalan yang berdaya guna,  Menciptakan pekerjaan tanpa pemodalan, Memilih pasar untuk dipilihPraktekPembuatan pupuk organik, Stek anti cangkok dan Padi 75 hari panen.
Seperti yang disampaikan Jimmy, harapan dari pelatihan ini adalah munculnya petani-petani yang mampu mengembangkan diri dan peluangnya, menggerakkan petani bukan sebagai kelas bawah di negeri gemah ripah loh jinawi ini, "Menjadikan petani berdasi, membuat yang lazim menjadi tak lazim" tuturnya 
Read More

Jumat, 18 Februari 2011

Nama Program: Pemberdayaan Masyarakat (Community Development)
Program Officer Program: Imam Thoha
Sekretaris Program: Ahmad Ikrom

Program Pemberdayaan Masyarakat dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan warga masyarakat untuk tidak hanya tumbuh sebagai pemimpin agama di masjid, melainkah sekaligus mampu berperan sebagai pemimpin masyarakat dan katalisator bagi pembangunan sosial jamaáhnya dalam meningkatkan kecerdasan dan taraf hidup sosial ekonomi. Kegiatannya antara lain :

1.  Penelitian Aksi.
Penelitian Aksi dimaksudkan untuk mengidentifikasi persoalan-persoalan sosial, ekonomi, kesehatan maupun lingkungan dalam wilayah tertentu dimana tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat memainkan peran penting dalam ikhtiar pemecahannya.
  
2.  Bahtsul Masail Ijtimaíyah.
Bahtsul Masail ijtimaíyah dimaksudkan sebagai ajang para tokoh agama sebagai pelayan masyarakat dapat melakukan kajian terhadap persoalan-persoalan yang menyentuh kehidupan masyarakat serta serta kebijakan-kebijakan formal yang terkait dengan persoalan-persoalan tersebut. Dari kajian ini diharapkan dapat ditawarkan satu konsep kebijakan alternatif yang lebih bermanfaat, terutama untuk masyarakat banyak.

3.  Pelatihan-pelatihan.

  • Penyuluhan Lapangan, dimaksudkan untuk membina kader pengembang masyarakat di bidangsosial-ekonomi, kesehatan maupun lingkungan bagi para santri senior serta warga masyarakat umum.
  • Kewirausahaan, untuk membina para santri dan warga masyarakat sekitar pesantren yang berminat dibidang kewirausahaan, agar mampu mengembangkan usaha yang produktif sesuai dengan sumberdaya alam sekitarnya dan kondisi sosial-ekonomi masyarakatnya.
  • Bina Ketrampilan, untuk memberikan berbagai jenis ketrampilan (pertanian, perikanan, peternakan, jasa dan industri kecil) bagi para santri dan warga masyarakat sekitar pesantren dalam upaya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial mereka.

4.  Pendampingan Masyarakat.

Program Pendampingan Masyarakat dimaksudkan sebagai wujud perkhidmatan langsung kepada warga masyarakat, baik dibidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, administrasi dan manajemen kelembagaan, serta avokasi kebijakan publik. Program ini sekaligus berfungsi sebagai ajang untuk meningkatkan pengalaman, ketrampilan serta pengujian sikap para kader yang telah dilatih.


Read More

Kamis, 02 April 2009



KH. Masdar F Mas'udi
P3M, Banyuwangi, 28 Maret 2009. Panen padi organic SRI kerjasama P3M, PCNU Kab. Banyuwangi – PT REKIN Jakarta dan GO-SRI, di Kec. Srono Kab. Banyuwangi menjadi harapan baru seluruh warga Banyuwangi. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta Sekolah Lapang (SL) yang diikuti oleh dua puluh empat peserta dari tiap kecamatan seluruh Kabupaten Banyuwangi. Mereka berjanji akan menindaklanjuti program penguatan pangan dengan sistem penanaman padi organic di daerahnya masing-masing.

KH. Masdar F Mas’udi, Ketua PBNU yang juga Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang hadir saat panen perdana tersebut mendapat sambutan hangat 

dari para petani di Kab. Banyuwangi. Atas program cemerlangnya tersebut, petani Banyuwangi dan Dinas pertanian setempat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Eddy Utomo Basuni, ketua kelompok tani menyampaikan kepada masyarakat bahwa keberhasilan pertanian kali ini adalah salah satu bukti keseriusan P3M untuk selalu memperhatikan warga NU dan bangsa ini pada umumnya.


Program percontohan penanaman padi organik SRI membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi masyarakat. Bagaimana tidak, menurut Eddy, sawah yang biasanya hanya menghasilkan 4 ton/hektarnya saat menggunakan pupuk kimia, kini dapat menghasilkan 9,2 ton/ hektarnya.

Saifuddin, aktifis CD-P3M, dalam waktu yang berbeda menyampaikan bahwa sistem yang digunakan di Banyuwangi ini agak berbeda dengan yang diterapkan di Karawang Jawa Barat. Jika di Karawang masih menggunakan sedikit pupuk kimia, maka di Banyuwangi ini sama sekali sudah tidak menggunakan pupuk kimia, semuanya serba organik. Ternyata dengan sistem penggunaan organik secara keseluruhan membuahkan hasil yang lebih tinggi daripada masih sedikit tergantung dengan pupuk kimia. Sebagai contoh adalah hasil di Karawang yang tiap hektarnya memanen 7 ton, di Banyuwangi dapat sampai 9 ton perhektarnya. Ia menambahkan bahwa Sekolah Lapang (SL) akan terus dikembangkan, khususnya di daerah-daerah yang sudah menjadi tempat program berlangsung dikarenakan untuk mempraktekannya bisa langsung diajak terjun ke sawah.

Dalam sambutannya, KH Masdar F Mas’udi, juga menghimbau kepada seluruh warga yang hadir saat panen perdana tersebut dan khususnya pada peserta SL untuk dapat melanjutkan program penanaman padi organik tersebut di daerah atau desanya masing-masing. Jika program ini terus disampaikan kepada para petani di Indonesia, dan khususnya Banyuwangi tidak akan kekurangan bahan pangan pokok. Himbauan tersebut disambut dengan senang oleh peserta SL dan bahkan mereka berjanji akan mengajarkan pada tetangga-tetangganya. (CD-iik)
Read More

Rabu, 11 Maret 2009



Petani Karawang Sedang Memanen PadiImam Thoha, Koordinator CD P3M bersama Saifuddin dan Shodri Nasori sedang mengunjungi lokasi pemberdayaan padi organik di Karawang. Kesungguhan mereka ternyata sudah membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Penanaman padi yang biasa dilakukan para petani dengan menggunakan pupuk kimia ternyata dirasakan mereka membuat  tanah sawah semakin keras (tandus).  Sehingga alternatif baru harus ditemukan kembali untuk memulihkan kesuburannya.
Tanah yang sudah terbiasa dengan pupuk kimia juga tidak bisa dilepaskan begitu saja, Imam Thoha menyampaikannya, saat ditengah masyarakat petani. Untuk memulihkan kesuburan tanah memerlukan waktu yang lumayan membutuhkan kesabaran.  Akan tetapi jika tidak  segera dimulai tentu tidak akan ada harapan pemulihan kesuburan tanah-tanah tersebut.
Hal inilah yang melatar belakangi keseriusan Koordinator Community Development untuk membangun peningkatan ekonomi warga petani dan kebersamaan warga dalam beraktifitas.


Kini kerja mereka telah membuahkan hasil.  Sawah yang biasanya menghasilkan 3 ton per hektar ketika menggunakan pupuk kimia, setelah melalui penyadaran kepada warga petani Karawang untuk menggunakan pupuk organik, sekarang dapat mengasilkan sampai 7 ton untuk jenis padi pandanwangi dan 6,5 ton untuk jenis padi ciherang.  Pemberdayaan serupa juga dilakukan di daerah Madiun, Banyuwangi dan Sukabumi, kata Syaifuddin.
Dalam waktu yang berbeda, Saifuddin  menyampaikan cara-cara menggunakan pupuk organik pada tanah yang sudah terbiasa atau kecanduan dengan pupuk kimia, di antaranya adalah mengurangi pupuk kimia secara bertahap.  Sebagaimana yang dilakukan di Karawang, tanah yang biasa diberikan pupuk kimia antara 5 sampai 7 kwintal setiap satu masa tanam, kemudian hanya diberikan 1, 5 kwintal dan untuk selanjutnya bisa sama sekali tidak memakai pupuk kimia sama sekali. 
Selain itu, Sistem penamannya juga berbeda, Saifuddin menambahkan, jika sistem biasa penanaman memerlukan 3 sampai 5 batang pertancapan, tapi dengan sistem ini hanya memerlukan satu batang.  Dan hasilnya bisa dilihat sendiri, sistem biasa yang tadinya 3 – 5 batang tiap tancap hanya bisa beranak sampai 15 batang, tapi dengan sistem penanaman organik ini hanya dengan satu batang bisa beranak sampai 35 batang. (cd-iik)
Read More