Slider Background

Your Blog Welcome Text

Tampilkan postingan dengan label Keberdayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keberdayaan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 April 2009



KH. Masdar F Mas'udi
P3M, Banyuwangi, 28 Maret 2009. Panen padi organic SRI kerjasama P3M, PCNU Kab. Banyuwangi – PT REKIN Jakarta dan GO-SRI, di Kec. Srono Kab. Banyuwangi menjadi harapan baru seluruh warga Banyuwangi. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta Sekolah Lapang (SL) yang diikuti oleh dua puluh empat peserta dari tiap kecamatan seluruh Kabupaten Banyuwangi. Mereka berjanji akan menindaklanjuti program penguatan pangan dengan sistem penanaman padi organic di daerahnya masing-masing.

KH. Masdar F Mas’udi, Ketua PBNU yang juga Direktur Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) yang hadir saat panen perdana tersebut mendapat sambutan hangat 

dari para petani di Kab. Banyuwangi. Atas program cemerlangnya tersebut, petani Banyuwangi dan Dinas pertanian setempat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya. Eddy Utomo Basuni, ketua kelompok tani menyampaikan kepada masyarakat bahwa keberhasilan pertanian kali ini adalah salah satu bukti keseriusan P3M untuk selalu memperhatikan warga NU dan bangsa ini pada umumnya.


Program percontohan penanaman padi organik SRI membuahkan hasil yang sangat memuaskan bagi masyarakat. Bagaimana tidak, menurut Eddy, sawah yang biasanya hanya menghasilkan 4 ton/hektarnya saat menggunakan pupuk kimia, kini dapat menghasilkan 9,2 ton/ hektarnya.

Saifuddin, aktifis CD-P3M, dalam waktu yang berbeda menyampaikan bahwa sistem yang digunakan di Banyuwangi ini agak berbeda dengan yang diterapkan di Karawang Jawa Barat. Jika di Karawang masih menggunakan sedikit pupuk kimia, maka di Banyuwangi ini sama sekali sudah tidak menggunakan pupuk kimia, semuanya serba organik. Ternyata dengan sistem penggunaan organik secara keseluruhan membuahkan hasil yang lebih tinggi daripada masih sedikit tergantung dengan pupuk kimia. Sebagai contoh adalah hasil di Karawang yang tiap hektarnya memanen 7 ton, di Banyuwangi dapat sampai 9 ton perhektarnya. Ia menambahkan bahwa Sekolah Lapang (SL) akan terus dikembangkan, khususnya di daerah-daerah yang sudah menjadi tempat program berlangsung dikarenakan untuk mempraktekannya bisa langsung diajak terjun ke sawah.

Dalam sambutannya, KH Masdar F Mas’udi, juga menghimbau kepada seluruh warga yang hadir saat panen perdana tersebut dan khususnya pada peserta SL untuk dapat melanjutkan program penanaman padi organik tersebut di daerah atau desanya masing-masing. Jika program ini terus disampaikan kepada para petani di Indonesia, dan khususnya Banyuwangi tidak akan kekurangan bahan pangan pokok. Himbauan tersebut disambut dengan senang oleh peserta SL dan bahkan mereka berjanji akan mengajarkan pada tetangga-tetangganya. (CD-iik)
Read More

Rabu, 11 Maret 2009



Petani Karawang Sedang Memanen PadiImam Thoha, Koordinator CD P3M bersama Saifuddin dan Shodri Nasori sedang mengunjungi lokasi pemberdayaan padi organik di Karawang. Kesungguhan mereka ternyata sudah membuahkan hasil yang cukup memuaskan.
Penanaman padi yang biasa dilakukan para petani dengan menggunakan pupuk kimia ternyata dirasakan mereka membuat  tanah sawah semakin keras (tandus).  Sehingga alternatif baru harus ditemukan kembali untuk memulihkan kesuburannya.
Tanah yang sudah terbiasa dengan pupuk kimia juga tidak bisa dilepaskan begitu saja, Imam Thoha menyampaikannya, saat ditengah masyarakat petani. Untuk memulihkan kesuburan tanah memerlukan waktu yang lumayan membutuhkan kesabaran.  Akan tetapi jika tidak  segera dimulai tentu tidak akan ada harapan pemulihan kesuburan tanah-tanah tersebut.
Hal inilah yang melatar belakangi keseriusan Koordinator Community Development untuk membangun peningkatan ekonomi warga petani dan kebersamaan warga dalam beraktifitas.


Kini kerja mereka telah membuahkan hasil.  Sawah yang biasanya menghasilkan 3 ton per hektar ketika menggunakan pupuk kimia, setelah melalui penyadaran kepada warga petani Karawang untuk menggunakan pupuk organik, sekarang dapat mengasilkan sampai 7 ton untuk jenis padi pandanwangi dan 6,5 ton untuk jenis padi ciherang.  Pemberdayaan serupa juga dilakukan di daerah Madiun, Banyuwangi dan Sukabumi, kata Syaifuddin.
Dalam waktu yang berbeda, Saifuddin  menyampaikan cara-cara menggunakan pupuk organik pada tanah yang sudah terbiasa atau kecanduan dengan pupuk kimia, di antaranya adalah mengurangi pupuk kimia secara bertahap.  Sebagaimana yang dilakukan di Karawang, tanah yang biasa diberikan pupuk kimia antara 5 sampai 7 kwintal setiap satu masa tanam, kemudian hanya diberikan 1, 5 kwintal dan untuk selanjutnya bisa sama sekali tidak memakai pupuk kimia sama sekali. 
Selain itu, Sistem penamannya juga berbeda, Saifuddin menambahkan, jika sistem biasa penanaman memerlukan 3 sampai 5 batang pertancapan, tapi dengan sistem ini hanya memerlukan satu batang.  Dan hasilnya bisa dilihat sendiri, sistem biasa yang tadinya 3 – 5 batang tiap tancap hanya bisa beranak sampai 15 batang, tapi dengan sistem penanaman organik ini hanya dengan satu batang bisa beranak sampai 35 batang. (cd-iik)
Read More