Dugderan, pesta tradisi rakyat Semarang sebagai penanda datangnya bulan suci Ramadhan, ditutup dengan sebuah karnaval khas yang mengusung warak ngendog, Minggu (31/7) sore. Pesta tradisi itu menyedot perhatian puluhan ribu warga karena sukses menampilkan parade seni budaya asli Kota Semarang dengan memadukan budaya Arab dan China.
Senin, 01 Agustus 2011
Tradisi Ramadhan Padukan Budaya Jawa, Arab, dan China
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Terbaru
Popular Posts
-
Penerbitan buku ini dimaksudkan untuk mengangkat salah satu hasil proses interaksi antara persoalan-persoalan kemasyarakatan dan jawaban yan...
-
Selama ketegangan antara wawasan Islam yang universalistik dan wawasan kebangsaan yang partikularistik belum teruraikan secara tuntas, perso...
-
Motivasi untuk mendirikan pesantren ini sebenarnya muncul ketika pendirinya, Kyai Chasan Tholabi, melihat kenyataan banyak anggota masyaraka...
-
Sedikitnya 9.000 santri Ponpes Lirboyo Kediri bersama warga setempat mengkuti Salat Id di Masjid Besar AL Hasan, Rabu (31/8). Ada tradisi ya...
-
Program Countering and Preventing Radicalization in Indonesian Pesantren Periode: 2009-2013 Bekerjasama dengan Search for Common Ground. Ben...
-
JAKARTA. Tidak semua radikalisme berbentuk kekerasan, ada sebagian besar gerakan radikalisme yang mengatasnamakan agama berbentuk radikali...
-
AKSI TEATRIKAL - Ratusan massa dari Aliansi Masyarakat Anti-Radikalisme (AMAR) menggelar teatrikal saat aksi menuntut penutupan sebuah radi...
-
Novel Al-Hambra Di Atas Alhambra Bintang Diatas Alhambra (BDA) - Alhamdra yang Melintas Waktu Kecenderungan novel autobiografi biasanya ber...
Categories
2002-2003
2003-2004
2004-2005
2005-2006
2006-2007
2008-2009
2010-2011
2011-2012
2012-2013
Agenda
Artikel
Berita
Brosur
Buku
Buletin
Comdev
Editorial
Efa
Feature
Foto
GAK
Galeri
HAM
Jakarta
Jawa Barat
Jawa Tengah
JIE
Jurnal
Keberdayaan
Kerja P3M 15 Tahun
Kliping
Kontak
Opini
Pesantren
Posdaya
Program
Publikasi
Rekomendasi
Sitemap
Tentang Kami
Yogyakarta

Tidak ada komentar
Posting Komentar